ekowisata melepas tukik di pantai pelangi bantul jogja

bagi sebagian orang, kata tukik mungkin belum begitu familier. tukik adalah sebutan untuk anak kura-kura atau anak penyu. belum lama berselang, saya dan keluarga mengunjungi pantai pelangi di kabupaten bantul jogja. kedatangan kami kesana memang sengaja untuk melakukan wisata yang lain dari biasanya, yaitu ekowisata melepas tukik ke laut lepas.

ekowisata ini selain bermanfaat untuk mendidik anak-anak dan menumbuhkan kesadaran mereka akan kelestarian alam, juga merupakan aksi nyata untuk berpartisipasi mencegah kepunahan suatu spesies. selain itu kegiatan ini membawa angin segar untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

gregorwebid4-tukik-jogja

satwa yang satu ini memang terancam punah. di beberapa daerah di indonesia sudah terdapat penangkaran penyu yang umumnya diinisiasi oleh sekelompok orang. untuk di jogja, saat ini yang baru saya ketahui ada di pantai pelangi. ada sekelompok masyarakat disana yang dengan tekun mengusahakan pelestarian penyu. salah satu dari mereka adalah pak dasuki (hp 081542353217).

menurut beliau hampir setiap malam mereka melakukan patroli untuk mencari penyu-penyu yang bertelur di pinggir pantai. setelah penyu selesai bertelur dan meninggalkan lokasi, pak dasuki dan kawan-kawan akan menggali pasir dimana penyu tadi bertelur dan membawa telur-telur tersebut ke penangkaran. hal ini dilakukan untuk menyelamatkan telur penyu dari hewan pemangsa dan memastikan bahwa telur menetas di tempat yang aman.

gregorwebid1-tukik-jogja

sebelum kami ke pantai pelangi, kami menghubungi salah satu penggiat konservasi penyu di pantai pelangi yang bernama mas ferri (hp 081227828999). Beliau ini adalah fasilitator yang membantu pak dasuki dan kawan-kawan dalam mengelola penangkaran penyu di pantai pelangi.

biaya ekowisata ini cukup murah yaitu 15rb per tukik. jika menghendaki mendapatkan sertifikat maka biayanya 35rb. setiap orang boleh memesan lebih dari 1 tukik untuk dilepas. saat itu kami melepas kurang lebih 24 ekor tukik.

gregorwebid3-tukik-jogja

anak-anak sangat senang dan menikmati ekowisata ini. namun sepertinya perhatian pemerintah daerah untuk kegiatan ini masih belum ada. suasana sekitar pantai pelangi masih kurang menarik, padahal potensi ekowisata ini sangat baik untuk dikembangkan. sarana dan prasarana pendukung seperti toilet dan tempat parkir masih dikelola secara sederhana oleh masyarakat sekitar.

semoga perjuangan mereka yang mengusahakan kelestarian penyu di pantai pelangi secara swadaya dapat berkembang menjadi lebih baik secara bertahap. dan semoga juga dalam waktu dekat mendapat dukungan dari pemerintah daerah. mari kita dukung dengan berkunjung dan melepas tukik di pantai pelangi agar di masa mendatang anak cucu masih bisa melihat penyu asli, bukan cuma foto atau film.