cara efektif dan efisien usir tikus dari mesin mobil

Terakhir kali ketika service mobil di beres (bengkel resmi) nasmoco, setelah melakukan inspeksi sebelum mobil diterima untuk diservis, petugas disana menginformasikan bahwa ada jejak dan kotoran tikus di dalam ruang mesin. Sehingga dia menyarankan agar saya mengambil layanan salon mesin mobil yang ditawarkan dengan harga 200rb. Awalnya saya tidak percaya, namun akhirnya percaya setelah ditunjukkan dan melihat sendiri. Ternyata tikus menjadikan ruang mesin mobil saya sebagai toiletnya. Untungnya belum ada komponen yang digigit oleh binatang pengerat tersebut.

Namun saya memutuskan untuk tidak mengambil layanan salon mesin mobil tapi layanan perawatan AC (penggantian oli dan freon, dll.) seharga 450rb karena hal tersebut belum pernah dilakukan padahal kilometer sudah mencapai hampir 47rb. Pertimbangan saya adalah perawatan AC lebih penting daripada salon mesin. Kalo salon mesin belum tentu tikus tidak kembali.

Saya pun mencari-cari info bagaimana mengusir tikus dari ruang mesin mobil. Kebanyakan info yang disediakan mbah google di internet adalah dengan menaruh kapur barus di ruang mesin. Maka saya pun segera mencobanya.

usir tikus dengan kapur barus

Karena tikus kencing dan buang kotoran di atas pangkal shockbreaker maka saya pun menempatkan kapur barus dalam kantung putih di dekatnya. Hal ini saya lakukan di kedua sisi. Bau kapur barus tercium bahkan ketika kap mesin ditutup.

Malam berganti pagi, saya buka kap mesin dan tarnyata masih ada jejak kaki tikus dan kotoran diatas pangkal shockbreaker. Sayang sekali kapur barus tidak mempan pada tikus ini. Terpaksa harus cara lain. Petugas di nasmoco sebenarnya menyarankan agar membuka kap mesin sepanjang malam dan menggantung lampu yang terang diatas mesin. Cara ini agak repot maka saya tidak saya jadikan sebagai opsi yang pertama. Namun sepertinya harus dilakukan. Maka saya merangkai steker+lampu philp 14 watt +fiting+kabel secukupnya dari sumber listrik sampai ke mobil seperti yang tampak pada gambar berikut

cara usir tikus dari mesin mobil

Untuk mengaitkan kabel di kap mobil, saya gunakan jepitan jemuran baju. Malam berganti pagi, saya menengok ke seluruh ruang mesin. Tidak ada jejak dan kotoran tikus.

Jika anda memiliki masalah yang sama, cobalah cara ini. Semoga berhasil juga. Namun sebaiknya mobil tidak berada di ruang terbuka tanpa atap. Karena kalau kehujanan bisa menimbulkan masalah baru.

ancaman terhadap kedaulatan Indonesia di dunia maya

Pengguna layanan internet umumnya menginginkan akses yang cepat dan terbuka sebebas-bebasnya terhadap semua konten di internet. Ketika ada pemblokiran terhadap sesuatu di internet, orang akan protes baik secara halus maupun kasar. Padahal sebagaimana layaknya orang tua yang bertanggungjawab untuk menghindarkan hal-hal yang buruk dari anak-anaknya, demikian pulalah yang wajib dilakukan oleh negara terhadap warganya.

Tulisan Nonot Harsono di detik.com semoga dapat membuka wawasan warga Indonesia tentang ancaman kerugian yang dapat terjadi pada bangsanya. Dan menumbuhkan kesadaran untuk menjadi pengguna internet yang lebih pintar dan dewasa.

Fakta yang tidak disadari banyak orang Indonesia adalah bahwa globalisasi dan perdagangan bebas merupakan dua hal yang menjadi agenda tetap negara maju, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Negara maju akan selalu berusaha mendorong keterbukaan dunia maya, akan memaksa negara lain agar jaringan global tidak perlu diatur, mengarahkan negara di dunia maya tanpa tapal batas, dalam rangka membangun dominasi mereka di dunia maya.

Dalam tulisannya tersebut Nonot Harsono memberikan beberapa contoh ancaman yang jika agenda tetap tersebut tidak mampu dikendalikan negara, pada akhirnya akan merugikan orang Indonesia di masa yang akan datang.

Ancaman ekonomi. Komoditas digital yang non-fisik semakin beragam sehingga lalu lintas “barang dagangan” melalui internet tanpa perlu lewat pelabuhan. Dengan demikian tidak melalui bea cukai, belum terjangkau audit perpajakan, tidak melalui custom-clearence, tidak ada commercial present, dll. Intinya, tidak ada kendali negara dan tidak ada kedaulatan ekonomi.

Ancaman keamanan transaksi online. Pergeseran transaksi bisnis dari temu-fisik menjadi transaksi secara online menuntut perhatian dalam hal keamanan transaksi dan kepercayaan masyarakat untuk menggunakannya. Negara harus menjamin keamanan transaksi online. Infrastruktur untuk itu harus dibangun dan dimiliki Indonesia agar mampu berdaulat dalam menata dan memantau lalu-lintas perdagangan online nasional. Namun saat ini masih menggunakan infrastruktur milik luar negeri, sehingga rekaman kegiatan perdagangan online berada di luar negeri.

Ancaman globalisasi ideologi, politik, sosial-budaya terhadap anak Indonesia. Setiap orang yang pegang smartphone dan gadget lainnya dapat berhubungan secara bebas dengan siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Keterhubungan yang seperti ini membuat negara menjadi tanpa tapal batas. Ajaran-ajaran negatif yang dapat tersamarkan melalui bermacam konten hiburan di internet langsung dikonsumi oleh orang Indonesia tua dan muda.

Lihatlah sekitar kita sekarang budaya timur Indonesia mulai terkikis oleh budaya barat, karena dianggap lebih simpel dan nyaman. Sebagai contoh, sebut saja budaya 3S (senyum, sapa dan salam) yang membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, makin sulit untuk ditemukan dalam keseharian. Sekarang 3S bukan dengan orang tapi dengan gadgetnya masing-masing. Jika hal ini terjadi pada orang dekat Anda, segera lakukan penyelamatan sebelum lebih jauh memperburuk kecerdasan emosionalnya.

Ancaman eksploitasi data pribadi. Semua orang yang terhubung ke dunia maya rentan terhadap kejahatan cyber dan penyalahgunaan data pribadi. Semakin banyak aplikasi yang mencatat data-data pribadi, nomer telepon bahkan nomer IMEI gadget untuk mempelajari kebiasaan seseorang yang selanjutnya dianalisis dan diperjualbelikan untuk kepentingan bisnis. Tak lama kemudian orang tersebut akan mendapat penawaran produk barang/jasa, hingga informasi yang menipu.

Ancaman perang cyber. Dalam perang fisik, yang dirusak adalah fasilitas-fasilitas fisik lawan. Keterhubungan di dunia maya memungkinkan terjadinya perang cyber, sasarannya adalah layanan publik yang berbasis teknologi digital. Misalnya sistem elektronik pemerintahan, sistem elektronik perbankan, sistem elektronik kesehatan, sistem kendali transportasi, sistem kendali pemakaian energi seperti listrik, sistem elektronik media massa, dll.

Ancaman kedaulatan di dunia maya adalah suatu keniscayaan dan sebagian dari yang disebutkan diatas sudah sedang terjadi. Mari berbuat agar kita orang Indonesia tidak terpuruk makin dalam.