ekstensifikasi obyek barang kena cukai

Tadi saya makan siang di warung rujak cingur paling lezat di jogja. Sambil menunggu pesanan saya membaca koran yang disediakan pemilik warung.  Ada berita mengenai usaha pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara dari pajak. Salah satunya adalah dengan memperbanyak obyek barang kena cukai (BKC). Saat ini di Indonesia baru ada 3 BKC yaitu rokok, minuman keras dan etil alkohol. Dalam undang-undang bea cukai yang baru (tahun 2012)  akan ditambah lagi barang-barang berikut ini :

  1. Mobil mewah
  2. Semen
  3. Ban
  4. Minuman soda
  5. Sabun
  6. Deterjen
  7. Air mineral
  8. Sodium siklamat dan sakarin
  9. Gas alam
  10. Metanol
  11. Kayu lapis
  12. BBM (bahan bakar minyak)
  13. Batre kering (aki)

Dampak dari kebijakan ini jelas membuat harga barang-barang tersebut akan naik dan dibebankan ke konsumen (rakyat Indonesia). Sebagai konsumen tentunya merasa keberatan. Meskipun pemerintah berjanji bahwa uang dari cukai tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melihat banyaknya koruptor di negeri ini, sepertinya janji pemerintah itu hanya janji surga saja. Sebagian kecil uang mungkin akan sampai ke masyarakat yang membutuhkan, tapi sebagian besar biasanya nyangkut di masyarakat yang kebetulan dekat dengan kekuasaan.

mutasi sim dari poltabes denpasar bali ke polres sleman jogja

Proses mutasi perpanjangan SIM (Surat Ijin Mengemudi) di POLRES SLEMAN sangat mudah dan cepat. Itulah yang saya alami. Reformasi birokrasi di POLRES Sleman untuk urusan SIM demi layanan yang cheaper, better, faster saya nilai sudah baik. Berikut ini adalah pengalaman saya melakukan mutasi SIM A dan C dari Denpasar ke Jogja.

Langkah pertama adalah mencabut berkas di POLTABES Denpasar. Untuk menghemat biaya transportasi Jogja-Denpasar, saya minta tolong adik saya di Denpasar untuk mengurus pencabutan SIM A dan C saya. Untuk itu dokumen yang harus disiapkan dan dikirim via pos antara lain :

  1. Surat kuasa bermeterai (contoh dapat diunduh disini)
  2. Fotocopy SIM A dan C
  3. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) Jogja
  4. Fotocopy KTP Jogja

Dia pun segera menuju bagian mutasi SIM di POLTABES Denpasar. Proses pencabutan berkas hari itu juga langsung beres. Yang diperoleh antara lain surat pengantar untuk proses di Sleman, lembar yang berisi daftar SIM yang menunjukkan bahwa SIM saya memang terdaftar disana, fotocopy SIM A & C & KK & KTP yang diberi cap POLTABES Denpasar.

Setelah menerima berkas dari adik, keesokan harinya waktu masih pagi sekitar jam 8 saya pun langsung menuju POLRES Sleman. Di bagian perpanjangan SIM terdapat 2 orang petugas di meja informasi. Berkas saya serahkan dan langsung dicek. Ternyata ada yang kurang, yaitu surat keterangan dokter. Petugas mengatakan, surat tersebut dapat diperoleh di dokter Ana yang praktek diseberang pintu keluar POLRES Sleman.

Dengan membawa berkas, saya langsung menuju kesana berjalan kaki. Berkas saya serahkan ke asisten dokter lalu duduk untuk mengantri dan menunggu dipanggil. Ketika giliran saya tiba, dokter Ana menanyakan berat badan dan apakah saya memakai kaca mata lalu meminta saya untuk membaca angka berwarna-warni di mejanya untuk menguji apakah penglihatan saya masih baik. Selain itu beliau juga mengukur tekanan darah. Keseluruhan proses tidak lebih dari 5 menit dan selembar surat keterangan pun sudah jadi dengan membayar Rp. 20.000,- rupiah.

Kembali ke bagian SIM menuju petugas informasi untuk menyerahkan berkas yang sudah dilengkapi dengan surat keterangan dokter lalu duduk untuk menunggu panggilan. Setelah dipanggil dan berkas dikembalikan, langsung menuju ke loket Bank BRI yang berada di ruangan tersebut untuk menunjukkan berkas dan membeli formulir perpanjangan SIM A Rp. 80.000,- dan SIM C Rp. 75.000,- . Setelah membayar, berkas dan formulir tidak langsung diberikan tapi menunggu panggilan dari loket III. Setelah dipanggil oleh loket III, diminta untuk mengisi formulir dan bukti pembelian formulir. Pengisian dapat dilakukan di meja yang telah disediakan. Contoh cara pengisian juga disediakan.

Sayangnya saya lupa membawa pulpen. Untung saja ada ibu yang baik hati dan bersedia meminjamkan pulpennya. Maka dari itu saya ingatkan anda, bawalah pulpen sendiri. Jika beruntung memang bisa pinjam dari orang lain, tapi kalau tidak maka akan kebingungan seperti beberapa orang yang saya lihat.

Setelah selesai mengisi, berkas dan formulir dikembalikan ke loket III yang segera dicek oleh petugas. Jika sudah oke, diberi nomor antrian untuk foto di loket IV. Tak lama kemudian ada panggilan dari loket IV untuk foto. Sebelum foto, diminta untuk tanda tangan di selembar kertas kecil sebagai specimen untuk di SIM nantinya. Proses pengambilan foto dan pemindaian sidik jari jempol kiri & kanan tidak lebih dari 5 menit. Selanjutnya menunggu dipanggil lagi untuk mengambil sim yang sudah jadi. Tidak sampai 15 menit, SIM A dan C saya sudah jadi. Total biaya Rp. 175.000,-