Cara Merawat Wadah Plastik

Dibalik manfaatnya yang besar, wadah plastik tetap memerlukan perawatan yang tepat agar fungsi dan tampilannya tetap terjaga. Terkadang, wadah plastik yang sudah dipakai untuk menyimpan masakan berbumbu akan meninggalkan aroma warna bumbu, misalnya bumbu yang mengandung kunyit atau cabai.

Nah, agar wadah plastik tetap awet, tidak berbau atau bernoda, berikut ini kiat-kiat perawatannya :

1. Noda

Jika wadah plastik bernoda, cukup rendam di dalam 1 baskom air hangat yang sudah dicampur 1 gelas pemutih selama 20 menit. Lalu cuci hingga bersih dengan sabun pencuci piring dan dibasuh air hangat.

2. Warna

Aneka perabot plastik berwarna seperti mangkuk, gelas atau piring, lama kelamaan akan pudar warnanya jika sering dicuci. Agar warna plastik tetap cerah dan awet, oleskan minyak kelapa dengan menggunakan kapas ke seluruh permukaan perabot plastik. Lalu cuci dengan sabun pencuci piring seperti biasa.

3. Bau

Untuk menghilangkan bau makanan pada wadah plastik, taruh saja wadah plastik di dalam freezer atau jemur di bawah terik matahari selama beberapa jam. Cara lainnya, tetesi wadah plastik dengan air perasan jeruk lemon, lalu tutup dan diamkan beberapa lama hingga baunya hilang.

4. Koran Basah

Menghilangkan bau pada wadah plastik juga bisa dengan menaruh sobekan koran yang sudah dibasuhi. Tutup rapat wadah, simpan di dalam lemari es dan bau tadi akan terserap.

*) sumber: paloma magz edisi 1/2014

berobat gratis di puskesmas kalasan

belum lama ini gusi belakang saya yang sebelah kiri terasa sakit. sepertinya geraham bungsu mau tumbuh.
pengalaman-pengalaman yang lalu dengan 3 geraham bungsu lain yang sudah tumbuh dengan baik sakitnya datang dan pergi, tapi kali ini sudah 5 hari kok sakitnya tidak berkurang juga.
sakit yang berhubungan dengan gusi dan gigi memang sangat mengganggu dalam beraktifitas. saya jadi curiga jangan-jangan ada penyebab lain. minta tolong isteri untuk lihat kedalam mulut, katanya kelihatan seperti sariawan. padahal saya hampir tidak pernah sariawan.

karena sudah tidak tahan lagi dengan sakitnya, saya pun memutuskan pergi ke puskesmas untuk diperiksa oleh dokter gigi agar jelas penyebabnya. kebetulan puskesmas kalasan dekat rumah saya. karena mendapat informasi bahwa puskesmas antrinya lama maka saya sengaja berangkat agak pagi sebelum puskesmas buka sambil membawa kartu periksa dan juga kartu askes. puskesmas kalasan biasanya buka jam 8 pagi. namun ketika saya sampai disana jam 8 kurang 15 menit, sudah banyak yang antri dan saya dapat nomer antrian 17.

untungnya ruang pemeriksaan gigi terpisah dengan ruang pemeriksaan lain sehingga tidak banyak saingan. saya hanya menunggu 2 orang sebelum dipersilakan masuk untuk bertemu dengan dokter gigi yang bertugas. setelah diperiksa oleh bu dokter, ternyata memang geraham bungsu mau tumbuh. sedangkan secara umum kondisi gigi saya baik. memang enggak rugi rajin sikat gigi. dokter pun menuliskan
resep untuk mengambil obat di bagian farmasi. tidak lama menuggu di bagian farmasi, obat pun segera saya terima. lalu saya segera pulang tanpa membayar sepeserpun. rupanya karena punya askes, saya tidak perlu membayar. terima kasih puskesmas kalasan.