dukung revolusi mental ala jokowi

Pagi ini saya ada janji bertemu teman yang juga orang tua murid di sekolah anak saya. Selain itu saya juga mau membayar uang sekolah alias SPP anak saya. Setelah selesai membayar, sambil berdiri saya menunggu teman saya diluar ruang loket pembayaran SPP. Ada beberapa sepeda motor parkir disana dan 2 orang ibu yang sedang mengobrol.

Tidak lama kemudian kedua ibu tersebut selesai mengobrol. Yang satu masuk ke ruang loket pembayaran SPP dan yang satu lagi menuju sepeda motornya. Sebelum naik ke sepeda motornya ibu tersebut melemparkan begitu saja sebuah kantung plastik yang sudah sobek, lalu naik ke sepeda motor dan menghidupkan mesinnya dan langsung pergi. Padahal jelas tempat itu bukan tempat pembuangan sampah.

Bukan sekali ini saja saya melihat orang membuang sampah di tempat yang kurang pantas. Ada orang dewasa yang mengendarai mobil bagus membuang sampahnya melalui jendela mobil di jalanan. Ada ibu yang naik motor dengan kecepatan rendah menyusuri selokan, ketika merasa tidak ada yang melihat, membuang sampah di selokan. Ada ibu yang hanya diam saja ketika melihat anaknya membuang sembarangan plastik pembungkus sehabis minum.

Kejadian-kejadian ini membuat saya teringat pada gagasan Pak Jokowi ketika kampanye yaitu Revolusi Mental. Memang betul bangsa Indonesia ini kualitas mentalnya sudah menurun. Membuang sampah pada tempat yang pantas adalah bentuk kedisiplinan yang sangat sederhana. Orang yang berkepribadian baik dan bertanggungjawab, pasti mampu mengatur diri untuk membuang sampah pada tempatnya.

Jika hal yang sederhana seperti membuang sampah dengan benar saja tidak bisa dilakukan, bagaimana bisa melakukan hal-hal besar yang membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat ?

 

Latest posts by gregor (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*