mengapa penguat sinyal seluler dilarang kominfo

Beberapa hari yang lalu saya mendapat sms dari Kominfo yang menginformasikan bahwa masyarakat umum dilarang memasang penguat sinyal (repeater) karena dapat mengganggu jaringan telekomunikasi. Jika melanggar maka ada ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara atau denda 600jt.

Jika menggunakan logika awam, informasi ini memang agak aneh. Seharusnya jaringan telekomunikasi akan bertambah lancar karena semakin banyak penguat sinyal seluler maka pengguna tidak kesulitan lagi untuk mendapat sinyal sehingga komunikasi menjadi lancar.

Namun secara teknis ternyata tidak demikian adanya. Menurut siaran pers kominfo, gangguan yang  ditimbulkan dari perangkat  repeater dapat dilihat dari beberapa sisi, yaitu :

1. All band repeater (penguat sinyal yang didesain untuk menguatkan sinyal semua operator dalam satu alat). Ketika salah satu operator sedang digunakan, spurious sinyal operator tersebut akan meningkatkan noise floor operator lain. Hal ini terjadi karena perangkat tersebut memang juga dirancang untuk menguat kansinyal operator lain (all band repeater). Beberapa penguat sinyal di band 900 MHz yang bahkan frekuensi kerjanya melebar sampai ke CDMA (downlink). Karena sinyal downlink CDMA sangat besar, ketika sinyal tersebut diteruskan ke BTS GSM, maka BTS GSM tersebut akan segera mengalami saturasi.

2. Pemasangan tanpa koordinasi dengan operator, ketika repeater dipasang dekat dengan BTS dan power yang dipancarkan maksimal, maka BTS akan terganggu. Contohnya  adalah misalnya adanya pelanggan Indosat, yang karena BTS Indosat-nya terlalu jauh, maka pelanggan Indosat memasang repeater. Padahal posisi pelanggan tersebut dekat dengan BTS XL Axiata. Pelanggan Indosat mungkin tidak terlalu terpengaruh, namun besar kemungkinan pelanggan XL yang berada di radius sekitarnya yang ada repeater terhadap Indosat  tersebut akan mengalami gangguan karena power yang diterimanya terlalu tinggi.

3. Kualitas perangkat (respon kerja repeater dengan kualitas rendah cepat turun). Dalam beberapa kasus, perangkat repeater yang sudah didesain dengan baik dan beroperasi khusus untuk operator tertentu ternyata tetap dapat mengakibatkan gangguan karena respon kerjanya sudah berubah sebagai akibat dari penurunan kualitas alat.