produk spc mobile mengecewakan

Kurang lebih 3 bulan yang lalu, tepatnya tanggal 17 juli 2010 saya membeli hp spc boss 1000. Harganya 860rb dapet bonus memori micro sd 2Gb. Fitur yang ada di hp ini boleh dibilang sangat lengkap seperti hp buatan cina umumnya. Ada wifi, kamera, tv, radio, dual sim gsm, dll. Senang rasanya punya gadget dengan fitur selengkap itu. Sungguh-sungguh sebuah bukti nyata “digital convergence in my palm”.

Namun kesenangan itu tak berlangsung lama. Pepatah jawa “ono rupo, ono rego” terbukti. Memasuki bulan september 2010, spc boss 1000 saya mulaiĀ  menunjukkan kualitas yang sebenarnya. Beberapa tombol keypad tidak merespon ketika ditekan, sehigga sulit untuk menulis sms. Maka tanggal 15 september 2010 saya bawa hp itu untuk diservis di service center spc, yang di jogja ada di jl. dr. sutomo no. 58 depan bekas bioskop mataram di sebelah selatan jembatan layang. Ketika saya kesana, rupanya saya tidak sendirian, ada beberpa orang yang juga memiliki masalah serupa dengan hp spc nya. Rasa kecewa terlihat jelas pada wajah-wajah mereka. Untungnya biaya service gratis karena masih dalam masa garansi. Untuk mendapatkan fasilitas service gratis, pemilik hp harus menunjukkan nota pembelian dan kartu garansi.

Belum sampai seminggu saya diinformasikan lewat sms bahwa hp spc boss 1000 saya yang diservis sudah selasai dan bisa diambil. Pada lembar tanda terima servis tertulis bahwa tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki hp saya adalah dengan resolder. Saya senang karena hp saya sudah normal lagi dan dapat digunakan untuk membantu aktivitas saya sehari-hari.

Namun kembali lagi ternyata kesenangan itu tak berlangsung lama. Beberapa tombol keypad tidak respon jika ditekan. Beberapa tombol juga mulai terkelupas catnya. Tanggal 27 september 2010 saya ke service center spc lagi agar hp saya bisa diperbaiki. Seperti yang pertama, tidakan perbaikannya adalah resolder dan kali ini ditambah clearing. Tidak ada biaya service.

Beberapa hari belakangan ini tombol home kadang tidak respon jika ditekan. Padahal tombol itu adalah jalan menuju menu-menu lainnya. Saya harus kembali lagi ke service center spc supaya hp saya bisa di-resolder dan clearing lagi. Dan kalau begini terus, sepertinya tiap bulan hp saya harus opnam di service center spc. Mudah-mudahan tidak akan ada penggantian spare part, jadi tetap gratis. Untungnya masih dalam masa garansi untuk 9 bulan kedepan.

Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi pertimbangan bagi siapa saja yang hendak membeli produk sejenis.

Almarhum Mbah Marijan: Antara Kepatuhan dan Kesombongan

Nama Mbah Marijan mulai saya kenal melalui media ketika pada tahun 2006 gunung merapi diramalkan akan meletus dan beliau menolak untuk dievakuasi. Sebagai juru kunci gunung merapi yang ditunjuk oleh Sultan Hamengku Buwono IX, dengan bahasanya beliau mengatakan bahwa gunung merapi memang sedang ada hajatan dan kita tidak usah khawatir akan celaka. Bahkan permintaan dari Sultan Hamengku Buwono X agar beliau turun gunung pun diacuhkan. Dari media saya mendapat informasi kalau si mbah mengatakan bahwa ia mendapat perintah dari sultan yang ke IX bukan yang ke X. Jadi beliau bersikukuh tak akan turun gunung. Saya yakin, Sri Sultan ke X pasti kecewa dengan kelakuan si mbah. Namun ternyata si mbah benar, beliau selamat. Bahkan menjadi bintang iklan dan terkenal di seluruh negeri.

Dari tv yang mewawancarai seseorang yang dekat dengan Mbah Marijan, saya mendengar bahwa Mbah Marijan sudah mengetahui bahwa pada letusan gunung merapi akhir oktober 2010 ini, awan panas akan melewati rumah beliau. Namun ketika hendak dievakuasi, beliau kembali menolak dan memilih untuk tetap tinggal dirumah hingga akhirnya awan panas benar-benar menerjang rumah beliau dan menewaskannya beserta beberapa orang pengikut. Sri Sultan yang diwawancarai oleh sebuah stasiun tv mengatakan bahwa beliau tidak tahu pasti apakah orang-orang itu tidak mau dievakuasi karena keyakinan mereka atau karena kesombongan. Beliau juga menambahkan bahwa ini bisa menjadi contoh yang baik.

Bagi saya, hal positif yang dapat ditiru dari Mbah Marijan adalah kepatuhan beliau pada janjinya. Beliau berjanji pada Sri Sultan ke IX untuk menjaga gunung merapi. Beliau tetap setia pada janjinya hingga akhir hayat. Kebetulan di akhir bulan oktober, saya dan isteri merayakan hari ulang tahun perkawinan. Semoga teladan almarhum Mbah Marijan menginspirasi kami untuk selalu setia pada janji perkawinan kami. Selamat jalan Mbah Marijan, semoga engakau beristirahat dalam damai di sisi-NYA.