menghindari nikah siri

Salah satu alasan mengapa wanita melakukan nikah siri adalah karena masalah ekonomi. Bagi wanita biasa dengan talenta yang terbatas, menjadi orang tua tunggal di jaman sekarang ini memang berat ketika harus menghidupi keluarga sekaligus memberikan fasilitas yang baik bagi anak-anak. Sehingga nikah siri terpaksa dilakukan untuk tetap dapat hidup layak serta menjaga harga diri di mata masyarakat. Meski demikian ada sebagian masyarakat yang tetap memandang sebelah mata pada wanita yang dinikahi secara siri. Sehingga beban psikologis sebenarnya masih ada pada wanita pelaku nikah siri. Kalau saja kondisi ekonomi lebih baik, pasti tidak akan melakukan nikah siri.

Kondisi tersebut sebenarnya dapat dihindari jika saja setiap keluarga pada tahun-tahun awal pernikahan mereka memiliki kesadaran untuk mengikuti program tabungan ganda. Program tabungan tersebut selain sebagai investasi juga memberikan perlindungan terhadap kondisi kritis seperti yang dilakukan oleh keluarga Jonas.

Jonas memutuskan untuk menikahi wanita yang dicintainya ketika akhirnya ia berhasil mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang dirasa cukup untuk memulai sebuah keluarga. Sebelumnya mereka
masing-masing memang memiliki pekerjaan, namun belum berani menikah karena penghasilan dirasa belum mencukupi. Lagipula Jonas sangat menginginkan isterinya tinggal di rumah jika nanti mereka sudah memiliki anak.Keluarga baru ini sangat percaya diri dan bahagia memulai kehidupan baru mereka.

Isteri Jonas adalah karyawan swasta yang biasa-biasa saja, namun demikian Jonas sangat mencintainya karena dalam pandangan Jonas isterinya adalah orang yang setia danĀ  memiliki sifat keibuan yang lebih dibandingkan dengan wanita lain yang ia kenal. Meskipun biasa-biasa saja, isteri Jonas cukup cerdas untuk menyadari bahwa kehidupan ini penuh dengan ketidakpastian. Ia sadar bahwa kelebihan yang dimiliki di saat sekarang harus disisihkan sebagian agar dapat digunakan dimasa yang akan datang terlebih ketika mengalami kesulitan. Dengan kesadaran itu, sebagai isteri yang baik, ia pun terbiasa menyisihkan uang sebagai tabungan di sebuah bank.

Suatu hari ketika dalam perjalanan pulang dari bekerja, ia duduk bersebelahan dengan seorang wanita dan mulai mengobrol. Wanita ini bercerita bahwa ia dan suaminya baru saja ikut program tabungan plus perlindungan atau disebut juga sebagai tabungan 2in1. Nasabah yang menjadi peserta tabungan ini akan mendapatkan manfaat ganda dari tabungannya. Manfaat yang pertama sebagaimana layaknya tabungan adalah hasil pengembangan dari uang tabungan. Manfaat yang kedua adalah bantuan langsung tunai tanpa perlu pengembalian ketika nasabah mengalami kondisi kritis seperti penyakit jantung, kanker, ginjal, dan sebagainya sehingga biaya pengobatan menjadi lebih ringan. Bahkan jika karena kondisi kritis tersebut nasabah tidak dapat bekerja lagi sehingga kehilangan penghasilan, dimungkinkan untuk mendapatkan uang pengganti yang besarnya sama dengan penghasilannya setiap bulan.

Selain itu, ketika nasabah mengalami sakit dan harus rawat inap di rumah sakit maka akan mendapatkan bantuan dalam jumlah tertentu untuk membayar biayanya. Manfaat lain adalah ketika nasabah meninggal dunia karena sebab apa pun maka keluarganya akan memperoleh santunan yang nilainya dapat mencapai satu milyar rupiah. Setibanya di rumah, ia pun meyakinkan Jonas untuk mengikuti program tabungan ini. Tidak sedikit pun mereka berharap bahwa kondisi kritis akan menimpa keluarga mereka. Sebagai orang yang beriman, mereka berpasrah kepada Yang Kuasa untuk segala sesuatu yang terjadi, namun mereka juga menyadari bahwa Sang Pencipta memberi mereka akal budi untuk berusaha meminimalisir dampak dari kesulitan yang terjadi.