Arsiparis Digital: Profesi Yang Mulai Banyak Dibutuhkan

Belum lama saya membaca artikel tentang profesi yang saat ini mulai banyak dibutuhkan, profesi tersebut adalah tukang arsip digital (arsiparis digital). Ini terjadi karena ketika seluruh dunia memasuki era digital, ada banyak catatan-catatan historis dimasa lalu yang tertinggal seperti misalnya literatur kuno, jurnal ilmiah, surat kabar, catatan pengadilan, dokumen penting pemerintah atau perusahaan dan bermacam tulisan lainnya yang terakumulasi selama bertahun-tahun. Semuanya itu harus diadaptasikan kedalam database komputer.

Setelah teradaptasi, selanjutnya adalah mengatur sedemikin rupa agar tertata dengan baik bersama dengan material digital yang baru agar memudahkan orang untuk menemukan apa yang dia butuhkan baik untuk saat ini maupun juga di masa yang akan datang. Pada era sekarang ini, para pustakawan yang bekerja di perpustakaan juga sudah mulai berurusan dengan material dalam bentuk digital selain material dalam bentuk cetak.

Kegiatan yang dilakukan arsiparis digital adalah mengorganisir dan melindungi material digital. Tugasnya antara lain membeli konten digital dari vendor sekaligus mengurus lisensinya, memberikan identifikasi terhadap material digital yang disebut sebagai meta-tag agar mudah ditemukan, mencari informasi seputar masalah yang berkaitan dengan hak cipta dan menjaga agar material digital tetap utuh ketika terjadi pergantian software maupun hardware.

Untuk menjadi arsiparis digital yang mumpuni sebaiknya sudah terbiasa dengan teknologi informasi. Namun tidak harus memiliki pengetahuan yang mendalam. Orang dengan latar belakang teknologi informasi malahan kurang cocok untuk pekerjaan ini karena memiliki kecenderungan untuk memberikan solusi yang berfokus kepada memperbesar daya simpan. Akibatnya adalah banyak tersimpan file yang tidak berguna sehingga sulit untuk menemukan informasi yang baik.

Saat ini di negara maju, yang mulai terlihat banyak membutuhkan profesi ini adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang hukum. Mereka membutuhkan tenaga ahli dalam bidang hak cipta digital dan hal lain yang berhubungan dengan migrasi dokumen-dokumen berbau hukum dari bentuk cetak menjadi database.

Saya kira Indonesia pun saat ini membutuhkan tenaga ahli dibidang arsip digital. Banyak sekali dokumen-dokumen peninggalan nenek moyang yang ditulis dalam huruf-huruf kuno. Pasti ada banyak hal yang dapat dipelajari dari situ, sayangnya tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk membaca naskah-naskah kuno. Namun jika didiamkan saja akan semakin parah kerusakannya dan tidak dapat dibaca lagi sehingga akhirnya hilanglah pengetahuan didalamnya. Untuk itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyelamatkannya dengan cara digitalisasi. Jika sudah dalam bentuk digital, akan lebih mudah dan aman untuk didistribusikan dan semakin banyak orang yang dapat berpartisipasi untuk menterjemahkannya.