parkir yang menguntungkan pemerintah dan masyarakat

December 20, 2008 by gregor · Leave a Comment
Filed under: Society and Culture 

beberapa hari ini saya sering keluar rumah untuk beberapa urusan yang tempatnya berbeda-beda. setiap tempat yang saya kunjungi pasti harus bayar parkir. saya menjadi sensitif terhadap parkir karena kalau dihitung-hitung ternyata lumayan juga rupiah yang harus dikeluarkan untuk parkir. yang paling menyebalkan adalah kalau barang keperluan yang dicari disuatu tempat tidak ada tapi tetap harus bayar parkir.

beberapa hal yang membuat saya kurang sreg terhadap masalah parkir antara lain :
- tarif parkir tidak seragam. untuk sepeda motor ada yang 500, ada yang 1000.
- tukang parkir yang tidak memberikan karcis tapi tetap meminta uang parkir. ketika saya minta karcis, katanya tidak diberi karcis parkir motor oleh dinas perhubungan tapi hanya karcis parkir mobil.
- tukang parkir seringkali menggunakan karcis bekas yang sebelumnya sudah pernah dipakai.
- kadang-kadang tukang parkir tidak memberikan uang kembalian jika tidak diminta.

beberapa tukang parkir ada yang bergaya preman sehingga agak malas juga untuk ‘ngeyel’ yang berpotensi terjadinya perselisihan, padahal urusannya cuma beberapa ratus rupiah. tapi beberapa ratus rupiah dari setiap motor yang parkir kalau dikalikan pasti nominalnya besar juga. kemana larinya nominal yang besar itu? sepertinya bukan ke pemerintah. padahal parkir merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah.

belum lama saya pernah membaca di media massa bahwa pemkot mengalami kesulitan dalam memenuhi target pendapatan dari parkir. sepertinya banyak terjadi kebocoran dalam pengelolaan retribusi parkir. untuk mengatasi kebocoran di level bawah, saya pikir masyarakat dapat dilibatkan. caranya adalah seperti yang dilakukan oleh beberapa supermarket yang memberikan kupon belanja kepada pelanggannya yang
nantinya akan diundi untuk mendapatkan hadiah seperti rumah, mobil, sepeda motor, dll. separuh kupon disimpan oleh pelanggan dan separuh sisanyanya dimasukkan dalam kotak yang disimpan oleh supermarket untuk keperluan pengundian.

jika karcis parkir juga ada undian yang hadiahnya menarik, maka masyarakat pasti secara proaktif akan minta karcis parkir setiap kali parkir. tidak ragu-ragu untuk minta karcis pada tukang parkir karena ada potensi hadiah besar pada karcis parkir. dengan meminta karcis, tarif parkir yang tertera pada karcis akan dapat diketahui masyarakat dengan jelas, sehingga akan membayar sesuai tarif dan tidak ragu untuk minta kembalian. tidak ada lagi penggunaan karcis bekas oleh tukang parkir. jumlah karcis parkir yang terpakai pun dapat diketahui dengan pasti oleh pemerintah karena separuh karcis parkir harus dikembalikan oleh tukang parkir kepada pemerintah untuk keperluan pengundian. dengan demikian jumlah pendapatan juga dapat dihitung dengan pasti.