Almarhum Mbah Marijan: Antara Kepatuhan dan Kesombongan

October 31, 2010 by gregor · 2 Comments
Filed under: Society and Culture, indonesia, jogja 

Nama Mbah Marijan mulai saya kenal melalui media ketika pada tahun 2006 gunung merapi diramalkan akan meletus dan beliau menolak untuk dievakuasi. Sebagai juru kunci gunung merapi yang ditunjuk oleh Sultan Hamengku Buwono IX, dengan bahasanya beliau mengatakan bahwa gunung merapi memang sedang ada hajatan dan kita tidak usah khawatir akan celaka. Bahkan permintaan dari Sultan Hamengku Buwono X agar beliau turun gunung pun diacuhkan. Dari media saya mendapat informasi kalau si mbah mengatakan bahwa ia mendapat perintah dari sultan yang ke IX bukan yang ke X. Jadi beliau bersikukuh tak akan turun gunung. Saya yakin, Sri Sultan ke X pasti kecewa dengan kelakuan si mbah. Namun ternyata si mbah benar, beliau selamat. Bahkan menjadi bintang iklan dan terkenal di seluruh negeri.

Dari tv yang mewawancarai seseorang yang dekat dengan Mbah Marijan, saya mendengar bahwa Mbah Marijan sudah mengetahui bahwa pada letusan gunung merapi akhir oktober 2010 ini, awan panas akan melewati rumah beliau. Namun ketika hendak dievakuasi, beliau kembali menolak dan memilih untuk tetap tinggal dirumah hingga akhirnya awan panas benar-benar menerjang rumah beliau dan menewaskannya beserta beberapa orang pengikut. Sri Sultan yang diwawancarai oleh sebuah stasiun tv mengatakan bahwa beliau tidak tahu pasti apakah orang-orang itu tidak mau dievakuasi karena keyakinan mereka atau karena kesombongan. Beliau juga menambahkan bahwa ini bisa menjadi contoh yang baik.

Bagi saya, hal positif yang dapat ditiru dari Mbah Marijan adalah kepatuhan beliau pada janjinya. Beliau berjanji pada Sri Sultan ke IX untuk menjaga gunung merapi. Beliau tetap setia pada janjinya hingga akhir hayat. Kebetulan di akhir bulan oktober, saya dan isteri merayakan hari ulang tahun perkawinan. Semoga teladan almarhum Mbah Marijan menginspirasi kami untuk selalu setia pada janji perkawinan kami. Selamat jalan Mbah Marijan, semoga engakau beristirahat dalam damai di sisi-NYA.

bandara internasional adi sucipto jogja

December 14, 2008 by gregor · 2 Comments
Filed under: Society and Culture, jogja 

pagi ini saya ikut kerja bakti RT. kegiatan ini di RT kami biasanya dilakukan pada minggu pertama setiap bulan, namun karena bulan ini minggu pertama berdekatan dengan hari raya kurban, maka diundur menjadi minggu kedua

tujuan kerja bakti yang pokok adalah bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar tempat tinggal. namun ada juga manfaat positif lainnya, antara lain memberikan kesempatan untuk mengenal dan mengakrabkan diri dengan para tetangga. ada nasihat bijak yang mengatakan bahwa tetangga lebih berharga daripada saudara yang jauh. karena kalau terjadi apa-apa, tetanggalah yang pertama kali dapat menolong.

manfaat lain kerja bakti adalah menambah wawasan dengan saling bertukar informasi dan pengalaman. dari sekian banyak obrolan dan informasi yang dipertukarkan hari ini, yang paling menarik bagi saya adalah informasi tentang pengembangan bandara di jogja. bandara adi sucipto kini makin ramai dan sumpek. pada jam-jam penerbangan tertentu calon penumpang sangat ramai, areal yang sempit membuat suasana menjadi tidak nyaman. arus kendaraan sangat padat dan sulit mendapat tempat parkir. tarif parkir sangat mahal, bisa mencapai 20 ribu untuk kendaraan roda empat dan 1500 untuk kendaraan roda dua.

Read more