Kartu Peserta Asuransi Manulife Tidak Dipercaya Di RS Panti Rini Kalasan

May 5, 2009 by gregor · 2 Comments
Filed under: Society and Culture, indonesia, jogja 

Saya sering melihat berita di televisi tentang orang-orang yang lemah secara finansial tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak di rumah sakit. Ternyata pelayanan kesehatan di indonesia masih sangat memperhitungkan kemampuan finansial calon pasien sebelum memberikan layanan kesehatan. Bahkan meskipun punya kartu peserta asuransi, belum tentu juga dipercaya. Hal ini saya alami sendiri.

Kebetulan isteri saya harus dirawat di rumah sakit akhir minggu lalu. Kantornya bekerja sama dengan asuransi manulife dimana setiap karyawan dan keluarganya diberi kartu peserta asuransi. Menurut informasi dari kantor, jika karyawan harus rawat inap di rumah sakit rekanan maka cukup tunjukkan saja kartu peserta asuransi manulife tersebut dan karyawan tidak akan direpotkan dengan urusan pembayaran.

Namun tidak demikian yang kami alami. Setelah menunjukkan kartu peserta asuransi manulife kepada petugas kassa rumah sakit panti rini, ia mengatakan bahwa ia harus menelpon dulu pihak asuransi manulife untuk mendapatkan kepastian bahwa isteri saya memang dijamin oleh asuransi manulife. Ia meminta saya untuk memberikan fotocopy KTP dan kartu peserta asuransi manulife isteri saya. Maka saya pun harus keluar dari rumah sakit untuk mencari tempat fotocopy yang letaknya jauh dari rumah sakit.

Ketika saya menyerahkan syarat-syarat tersebut, ia mengatakan bahwa ia tidak yakin akan dapat menghubungi pihak asuransi manulife karena saat itu hari sabtu sore dan kemungkinan kantor manulife sudah tutup. Sedangkan keesokan harinya adalah hari minggu sehingga pasti kantornya tutup. Jadi intinya kartu peserta asuransi manulife tersebut tidak berguna dan saya harus bayar saja dulu dan penggantian diurus belakangan. Saya pun mengiyakan saja karena tidak ingin berdebat dengan pihak rumah sakit. Yang menjadi perhatian utama saya saat itu adalah bagaimana agar isteri saya dapat segera sehat kembali.

Syukurlah akhirnya isteri saya sudah boleh pulang dan sekarang dalam masa pemulihan.
Yang tersisa sekarang adalah kerepotan yang menyita waktu dan tenaga untuk mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendapatkan penggantian dari asuransi manulife. Seharusnya kerepotan ini tidak harus saya alami jika saja kartu peserta asuransi manulife dipercaya oleh pihak rumah sakit panti rini kalasan.