keuntungan menjadi koruptor
Vonis 7 tahun penjara yang dijatuhkan untuk koruptor gayus tambunan sungguh tidak memenuhi rasa keadilan bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Walaupun ada yang berpendapat bahwa hukuman tersebut sudah cukup layak. Jika melihat dari apa yang dialami oleh koruptor gayus tambunan, menjadi koruptor di indonesia hingga saat ini memang terkesan enak dan menggiurkan. Berikut ini sebagian kecil keuntungan yang diperoleh oleh koruptor gayus tambunan :
1. Terkenal
Semakin besar uang yang dikorupsi membuat koruptor semakin terkenal bak selebritis. Banyak orang yang mendedikasikan hidupnya untuk kebaikan pun bahkan tidak bisa menjadi terkenal dan mendapat perhatian seperti koruptor. Melakukan kejahatan dan diketahui orang banyak semestinya menjadi sesuatu yang memalukan bagi sang pelaku. Namun saat ini rupanya menjadi terkenal karena korupsi adalah sesuatu yang justru membanggakan. Tidak sedikit pun telihat rasa malu, khawatir atau perasaan negatif lain pada wajah sang koruptor ketika terlihat di layar kaca.
2. Hidup nyaman
Meskipun hidup dalam tahanan, hidup koruptor tetap nyaman. Di layar kaca kelihatannya sang koruptor tinggal di balik terali besi. Ketika kamera pergi mungkin saja ia juga pergi ke ruangan yang lebih nyaman
dengan fasilitas lengkap bak hotel berbintang. Maka tidak heran jika sang koruptor bukannya makin kurus tapi makin gemuk saja. Rakyat seperti pemulung, petani, nelayan, buruh pabrik yang bekerja keras
dengan halal setiap hari pun belum tentu mendapat kesempatan untuk menikmati fasilitas hotel berbintang seperti itu dalam hidupnya. Read more
dukung liga primer indonesia
Saya kecewa ketika mendengar bahwa pengurus PSSI sedang pergi ke Qatar sehingga tidak ada satu pun yang datang dalam pertemuan yang diadakan untuk menyelesaikan silang sengketa penyelenggaraan Liga Primer Indonesia (LPI). Apakah dari sekian banyak pengurus PSSI semuanya pergi ke Qatar? Sekali lagi pengurus PSSI menunjukkan bahwa mereka tidak profesional dan arogan.
Mengapa juga mereka menentang penyelenggaraan LPI. Bukankah semakin banyak kompetisi yang diadakan, akan semakin baik bagi perkembangan sepak bola di Indonesia. Ancaman FIFA yang akan memberikan sanksi jika LPI tetap diselenggarakan, juga terdengar aneh. Seharusnya mereka memberikan dukungan. Mungkin mereka takut kalau sepak bola Indonesia maju.
Ada juga suara yang menganggap bahwa penyelenggaraan LPI yang mengatasnamakan kemajuan sepak bola Indonesia hanyalah kedok semata. Tujuan utamanya adalah untuk mencari uang. Jika benar bahwa sepak bola menghasilkan banyak uang, jangan-jangan itu alasan PSSI untuk melarangnya. Mungkin PSSI tidak rela ada pihak lain yang juga menikmati uang dari sepak bola.
Ada juga demonstrasi yang membela PSSI. Mereka bilang LPI penuh dengan konflik kepentingan dan merupakan konspirasi untuk menjatuhkan PSSI. Hari gini masih ada pendemo yang membela pengurus PSSI…. jangan-jangan mereka dibayar….
Berita terakhir tentang PSSI, KPK akan menindak tegas pengurus PSSI jika tidak memberikan laporan keuangan secara transparan. Mari dukung LPI dan reformasi PSSI untuk kemajuan sepak bola Indonesia…
Tentang Dana Aspirasi DPR Rp.15M
Setelah beberapa waktu lalu melalui kasus Bank Century partai Golkar memporakporandakan koalisi yang dibangun partai demokrat, kali ini partai pimpinan Aburizal Bakrie itu kembali ingin menunjukkan bahwa mereka adalah “The Real Ruling Party” dengan memunculkan isu dana aspirasi bagi tiap anggota DPR sebesar Rp. 15 miliar. Tawaran ini tentu sangat menggiurkan partai-partai lain sehingga dikhawatirkan akan mendapat lampu hijau dari sebagian besar fraksi di DPR.
Pada kasus Bank Century hasil gemilang yang mereka capai setidaknya ada dua, yaitu hasil yang tangible adalah keluarnya Ibu Sri Mulyani yang notabene adalah menteri keuangan terbaik dari kabinet. Hasil yang intangible adalah selamatnya Pak Ical dari pengusutan kasus pengemplangan pajak yang nilainya miliaran rupiah serta terganggunya kabinet SBY karena kehilangan menkeu terbaik yang jujur dan bersih.
Ide untuk memberikan dana aspirasi bagi anggota DPR menurut politisi golkar Idrus Marham adalah untuk kemajuan bangsa. Menurut beliau jika Indonesia ingin cepat maju maka pembangunan harus dimulai dari desa. Sungguh suatu alasan yang sangat “lip servcie” belaka. Jika memang ingin memajukan semua desa di Indonesia, kenapa uang Rp.15 miliar harus melalui tiap-tiap anggota DPR. Lagi pula komposisi anggota DPR terbanyak berasal dari Pulau Jawa, sehingga yang akan menerima uang paling banyak adalah desa-desa di Pulau Jawa. Hal ini tentu tidak sesuai dengan program percepatan pembangunan daerah Indonesia bagian timur.
Jika usulan ini nantinya benar-benar dilaksanakan maka angka merah di raport DPR akan bertambah lagi. Dan sesungguhnya desa-desa yang akan menjadi lebih maju adalah desa-desa yang ada di negara-negara pengekspor barang ke Indonesia. Karena sebagian besar dari uang tersebut akan dibelanjakan untuk membeli barang-barang produksi mereka.
Tentang Bailout Bank Century
Filed under: Political corruption, Society and Culture, indonesia
Tiga hari belakangan ini saya mengikuti rapat Pansus Bank Century yang disiarkan langsung oleh stasiun tv swasta TVONE dan METROTV. Terperiksa hari pertama adalah Pak Boediono sebagai mantan gubernur bank indonesia, hari kedua adalah Ibu Sri Mulyani sebagai menteri keuangan dan ketua KSSK dan hari ketiga adalah Pak Jusuf Kalla sebagai wakil presiden yang kemudian dilanjutkan dengan Pak Raden Pardede sebagai sekretaris KSSK. Sebagai orang awam saya ingin menuliskan beberapa kesan, pengertian dan pendapat saya tentang kasus bank century dan sidang pansus tersebut.
Dalam pandangan saya, yang dipermasalahkan dalam kasus ini adalah pro kontra pemberian dana yang dianggap rugi terlalu besar yang mencapai 6,7 triliun rupiah untuk Bank Century. Kasus ini bermula ketika Bank Century kalah kliring dan pada saat yang bersamaan terjadi krisis keuangan yang hebat di Amerika Serikat. Celakanya kegagalan Bank Century disebabkan karena uangnya dibawa kabur oleh pemiliknya. Salah satu pemiliknya adalah orang Indonesia bernama Robert tantular, pemilik lainnya berkebangsaan asing.
Ada dua kelompok yang berbeda pendapat dalam hal ini. Kelompok pertama berpendapat bahwa oleh karena Bank Century dirampok oleh pemiliknya, bank tersebut tidak layak untuk diberi suntikan dana agar bisa normal kembali. Lebih baik ditutup saja. Tangkap, adili dan hukum perampoknya. Century cuma bank kecil kok.
Kelompok kedua berpendapat lain, meskipun bank ini memang dirampok oleh pemiliknya namun di tengah krisis keuangan di Amerika yang berdampak global hingga bisa berdampak sampai ke Indonesia, bank ini meskipun kecil tidak boleh tutup dan harus diberi dana agar bisa normal kembali. Kalau tidak maka akan terjadi krisis kepercayaan oleh nasabah dan bank lain. Lebih jauh dapat berakibat efek domino krisis kepercayaan terhadap perbankan secara keseluruhan sehingga dampaknya dapat membawa Indonesia terseret juga kedalam krisis ekonomi global. Lagipula kalau ditutup berarti dana nasabah harus dikembalikan karena dijamin oleh pemerintah. Padahal kalau harus dikembalikan jumlahnya cukup besar juga yang bisa memberatkan keuangan negara.
Saya medapat kesan bahwa anggota-anggota pansus yang berasal dari berbagai fraksi partai politik memanfaatkan sidang pansus ini agar terlihat garang di mata rakyat karena sidang ini disiarkan langsung secara nasional. Supaya kelihatan sungguh-sungguh membela kepentingan rakyat. Padahal banyak diantaranya sudah memiliki mindset bahwa penyelamatan Bank Century tidak bertujuan baik untuk kepentingan negara tapi dimanfaatkan oleh partai politik tertentu untuk menyelamatkan nasabah besar tertentu yang punya dana besar di Century. Nasabah besar tersebut dicurigai memberikan dana bantuan yang besar kepada partai politik pemenang pada kampanye yang lalu. Sehingga yang dilakukan anggota-anggota pansus menjadi tidak obyektif. Pertanyaan-pertanyaan mereka dengan nada tinggi dan arogan menggiring dan memojokkan terperiksa agar memberikan jawaban-jawaban sesuai keinginan para anggota pansus tersebut.
Saya setuju dengan langkah yang telah diambil untuk menyelamatkan Bank Century sehingga Indonesia tidak jatuh kedalam krisis seperti negara-negara lain. Seharusnya anggota pansus juga bisa melihat hal itu. Tapi yang namanya politik selalu berusaha untuk menjatuhkan lawan. Saya melihat yang saat ini yang dijadikan celah untuk dipermasalahkan oleh pansus adalah tidak kompaknya bank indonesia, menteri keuangan yang merangkap ketua KSSK (komite pencegah krisis) dan wakil presiden dalam menyikapi penyelamatan Bank Century. Bank indonesia dan KSSK berpendapat bahwa Bank Century harus diselamatkan sedangkan wakil presiden berpendapat sebaliknya. Saya berkeyakinan bahwa seandainya waktu itu keputusannya adalah menutup Bank Century dan kemudian Indonesia jatuh kedalam krisis, pasti tetap akan ada pansus yang menyelidiki mengapa Bank Century tidak diselamatkan saja.
Keputusan telah diambil dan hasilnya baik, tapi masih ada juga pihak-pihak yang tidak puas.
Saat keputusan penyelamatan Bank Century diambil, Presiden SBY sedang berada di luar negeri. Sehingga menurut undang-undang, wapres lah yang menjadi kepala pemerintahan sementara. Sebelumnya, menteri keuangan sebenarnya juga bersama presiden di luar negeri. Namun karena ada masalah bank century presiden memerintahkan menteri keuangan untuk pulang ke Indonesia dan memberikan arahan agar mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mencegah Indonesia masuk kedalam krisis ekonomi yang
mengancam. Menurut menteri keuangan, ia sudah melaporkan tindakan yang diambil kepada presiden melalui sms dengan tembusan kepada wapres. Celakanya wapres tidak merasa menerima laporan/sms tersebut. Sepertinya inilah yang akan dijadikan alasan bahwa keputusan untuk menyelamatkan Bank Century adalah tidak kuat secara hukum. Kita lihat saja nanti perkembangannya.
Hal lain yang saya pahami adalah bahwa sebenarnya ada 2 kasus tentang Bank Century. Yang pertama adalah yang diuraikan diatas dan yang kedua adalah kasus penipuan investasi. Kasus pertama dan kedua adalah dua kasus yang berbeda. Dalam kasus yang kedua, Bank Century menerbitkan produk investasi Antaboga yang memberi janji hasil pengembangan invesasi yang sangat tinggi. Padahal sebenarnya produk investasi ini hanya penipuan saja. Banyak nasabah yang tertipu dengan menanamkan uangnya dalam jumlah besar pada produk investasi ini yang akhirnya uang mereka dibawa kabur. Dalam kasus yang kedua ini, pemerintah memang tidak berjanji/memiliki kewajiban untuk mengembalikan uang nasabah. Namun demikian seharusnya pemerintah memiliki mekanisme pengawasan untuk mengetahui adanya penjualan produk-produk investasi bohongan agar masyarakat tidak jadi korban.
Untuk kasus-kasus investasi, sebaiknya masyarakat harus waspada sebelum membeli produk investasi. Jangan terbuai oleh janji hasil pengembangan yang tinggi saja, pertimbangkan juga rekam jejak pengelola dana investasi. Pilih yang sudah berpengalaman dan mendapat pengakuan secara nasional atau bahkan internasional oleh lembaga yang terpercaya dalam menilai kinerjanya.
lagu wajib untuk wakil rakyat
Saya baru saja menyaksikan talk show tentang pemilu di televisi. Pada waktu break, band pengiring talk show tersebut menyanyikan lagu lama Iwan Fals yang berjudul Surat Buat Wakil Rakyat. Sudah sering saya mendengar lagu ini, namun kali ini grup band tersebut menyanyikannya sedemikian rupa sehingga saya dapat menyimak lirik lagu tersebut dengan lebih serius dan terharu.
Lirik lagu tersebut sederhana, namun menurut saya didalamnya Bung Iwan berhasil menuangkan harapan rakyat kepada wakil-wakilnya dan kenyataan sebaliknya yang terjadi. Lagu ini sudah ada sejak jaman orde baru tapi sepertinya tidak akan lekang oleh jaman selama masih ada lembaga perwakilan rakyat.
Orang-orang yang menjadi caleg seharusnya sering-sering mendengarkan lagu ini dan sebaiknya setiap pagi sebelum jam kerja diperdengarkan di gedung-gedung perwakilan rakyat di pusat maupun daerah, agar para wakil rakyat selalu ingat tugas utama mereka adalah membela kepentingan rakyat.
Berikut adalah lirik lagu tersebut yang saya dapatkan dari kapanlagi.com, kalau-kalau ada caleg dan wakil rakyat yang kebetulan membaca, mudah-mudahan bisa membawa manfaat.
Surat Buat Wakil Rakyat
oleh: Iwan Fals
Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana, di gedung DPR
Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili
Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari sabang sampai merauke
Saudara dipilih bukan dilotre
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi para juara
Juara diam, juara he’eh, juara ha ha ha……
Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju……”







