Dari Muhammad Yunus hingga PNPM Mandiri

December 23, 2008 by gregor · Leave a Comment
Filed under: Political corruption, Society and Culture, indonesia 
191ps_01133.jpg
Image by IRRI Images via Flickr

Jika anda perhatikan sidebar kanan bagian bawah di blog ini, anda akan melihat logo Grameen Foundation.
Organisasi ini salah satu pendirinya adalah Prof. Muhammad Yunus yang mendapatkan hadiah nobel dalam bidang perdamaian pada tahun 2006. Misi Grameen Foundation adalah memberdayakan kaum miskin dan menciptakan dunia tanpa kemiskinan. Caranya adalah dengan memberikan kredit mikro yang jumlahnya tidak lebih dari 200 USD kepada perorangan (biasanya wanita) untuk digunakan sebagai modal usaha.

Kisah Grameen Foundation dimulai pada tahun 1974 ketika Prof. Muh. Yunus, seorang ekonom dari Universitas Chittagong Bangladesh mengadakan kunjungan ke sebuah desa miskin. Mereka mewawancarai seorang wanita pembuat kursi dari bambu. Wanita tersebut harus meminjam uang dengan bunga sangat tinggi dari rentenir agar bisa membeli bahan baku. Sehingga keuntungan yang dia dapat sangat sedikit sekali. Jika saja bunga pinjaman cukup rendah dan masuk akal, wanita itu akan dapat memperbaiki kehidupan ekonominya dan terlepas dari belenggu kemiskinan.

Peristiwa itu membuat sang profesor menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ilmu ekonomi yang diajarnya. Beliau pun mengambil tindakan nyata dengan mengambil uang dari kantongnya sendiri untuk dipinjamkan. Kemudian beliau menemukan bahwa dengan jumlah pinjaman yang sedikit itu, tidak hanya membantu kaum miskin untuk bertahan hidup, namun juga dapat membangkitkan inisiatif dan semangat
wirausaha yang dapat menarik mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.

Maka meskipun tidak mendapat persetujuan dari bank dan pemerintah, pada tahun 1983 beliau mendirikan Grameen Bank yang berarti Bank Desa dengan prinsip kepercayaan dan solidaritas. Hingga saat ini, di Bangladesh, Grameen Bank memiliki 1.084 cabang dengan 12.500 karyawan yang melayani 2,1 juta nasabah di 37.000 desa. 94% dari nasabahnya adalah wanita dan tingkat pengembalian  pinjaman mencapai 98%. Angka tersebut melebihi prestasi sistem perbankan manapun. Lebih dari itu, metode Grameen Bank diterapkan pada proyek di 58 negara termasuk AS, Kanada, Perancis, Belanda dan Norwegia.

Pemerintah Indonesia juga memiliki program yang tujuannya serupa dengan Grameen Foundation, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. Pada tahun 2007 diluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Namun belum lama ini saya mendengar dari media massa bahwa ada pemerintah daerah dan partai politik yang menolak PNPM Mandiri. Menurut saya hal ini sungguh aneh tapi nyata. Program yang memiliki tujuan yang mulia kok ditolak. Alasannya karena dicurigai sebagai kampanye terselubung pemerintahan incumbent agar bisa menang pemilu lagi tahun depan. Kalaupun memang benar demikian, so what gitu loh…..

Yang penting kan masyarakat benar-benar mendapat manfaat dari program tersebut. Kalau setiap pemerintahan yang berkuasa selalu dicurigai dan dihalangi untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi rakyat maka sampai kapanpun rakyat tidak akan mendapatkan kesejahteraan….. Semoga PNPM Mandiri tetap eksis tak peduli siapa pun yang berkuasa……

Reblog this post [with Zemanta]


Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!